Postingan

Mempertahankan Idealisme dalam Pernikahan [1]

Segala sesuatu yang baru dalam hidup kita, akan selalu menggetarkan jiwa, melibatkan emosi yang terdalam, dan senantiasa diperhatikan serta direkam oleh akal dengan sangat baik. Begitu pun ketika kita bicara tentang pernikahan. Sebuah fase baru bagi seorang pemuda dalam kehidupannya. Fase dimana ia telah menyempurnakan separuh agamanya, sebagaimana hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625) Maka tak heran, kita melihat fenomena disekitar kita, dimana ketika seorang pemuda akan memasuki fase ini, ia akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan amat detail dan baik. Mula...

Asia Bersama, Dunia Bergema

Asia sebuah benua yang merupakan daratan terluas di dunia. Asia dikenal sebagai sebuah benua yang memiliki berbagai keunikan, mulai dari budaya, masyarakat, ekonomi, agama, suku dan lain sebagainya.  Asia juga merupakan benua dengan  penduduk terbanyak, yakni mencapai 60% populasi terpadat di dunia, yaitu sekitar 4 milyar jiwa. Data membuktikan bahwa Cina dan India adalah negara dengan penduduk paling banyak di Asia bahkan menembus level dunia. Meskipun begitu diperkirakan dalam 20 tahun kedepan Indonesia akan memiliki populasi tertinggi diatas kedua negara tersebut. Dua negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia adalah Cina dan Jepang. Sebagai buktinya, Cina telah menunjukkan pertumbuhan yang besar dalam perekonomian dalam sepuluh tahun terakhir, serta telah menjadi ekonomi terbesar setelah Amerika Serikat. Tiga pusat keuangan utama Asia di Tokyo, Hong Kong dan Singapura. Hal ini dibuktikan dari banyaknya investor-investor asing yang menanamkan modal di ne...

Ayat-Ayat Hijrah

[Cerpen] Kisah bermulanya perjalanan hijrah ini Tidak terasa besok adalah hari wisuda bersama dengan para penghafal Al quran. Kenikmatan tertinggi bisa jadi keluarga Allah dibumi ini, bisa ikut andil menegakkan firman firmannya. Aku bukanlah dari keluarga huffaz. Bahkan dulu aku adalah seorang remaja yang nakal dan membangkang, tapi hidayah Allah menghantarku sampai disini. Perjalananku sampai disini sangatlah panjang dan tidak mudah. Semoga kisah hijrah yang aku bagi bisa memberi manfaat dan pelajaran.  Telah aku sampaikan diatas seperti apa aku dahulu masih dalam masa jahiliyah, selalu pergi pagi dan pulang larut malam, perkataan orang tua tidak satupun aku indahkan. Sampai peristiwa malam itu, aku pulang sekitar pukul 2 pagi setelah bermain bersama teman teman. Aku melihat pintu kamar ibu agak terbuka, sehingga aku bisa melihatnya didalam. Aku melihat ibu sedang membaca Al Quran sambil menangis dan mengulang ayat yang sama. entah kenapa hatiku ikut terhanyut dalam tan...

Sebuah Konsep Sederhana Tentang Jodoh

Dalam indahnya bingkai cinta yang telah Allah ciptakan untuk manusia, menuntut aturan-aturan yang idealnya dan seharusnya harus kita jalani, sehingga cinta kita merupakan cinta yang bersumber dari Allah, dijalani karena Allah, dan bertujuan hanya untuk Allah. Siapa saja yang taat pada aturan yang telah Allah bingkai dalam sebuah teori bernama pernikahan, maka ia akan menemukan kesempurnaan cinta yang mungkin belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ya, hanya dengan pernikahanlah fitrah seorang laki-laki dan perempuan untuk bisa mencintai dan dicintai dapat tersalurkan dengan baik. Allah dan Rasul-Nya pun telah menyampaikan komponen-komponen penting untuk mewujudkan sebuah sistem rumah tangga Islami yang sakinah, mawaddah, rahmah. Sistem rumah tangga Islami ini tentu saja diawali dengan pemilihan calon pasangan yang shalih dan shaliha. Maka para ulama pun mengkonsep dua kaidah atau kriteria dasar dalam memilih calon pasangan  yang ideal.  Kriteria pertama, lihatlah agamanya...

Tulisan Pun Memiliki Ruh

Sejak beberapa bulan ke belakang, saya senantiasa berbahagia dengan hidup ini. Alasannya sederhana, ketika Allah memberi karunia berupa banyaknya nikmat kepada diri ini, maka cukuplah saya memastikan diri menjadi hambaNya yang taat, dan berusaha sekuat tenaga menjauhi maksiat. Sementara bila Allah karuniakan cobaan dan ujian dalam hidup dengan perkara yang secara insaniyah dianggap sebuah keburukan, maka saya pun cukup memastikan dan meyakini bahwa ujian ini bagian dari skenario Allah untuk menggugurkan dosa saya, serta mempersiapkan saya menjadi seorang yang tangguh sekarang juga di masa depan. Insya Allah. Sebagaimana saya amat sering terinspirasi dari tulisan-tulisan orang lain, maka berbahagia rasanya bila tulisan diri pribadi pun bisa menginspirasi yang lainnya. Kata-kata, meskipun dalam hal ini hanya berbentuk tulisan, punya peran besar dalam mempengaruhi kekuatan jiwa seseorang. Meski pun kita tau bahwa ia hanya terwujud menjadi motivasi temporer, artinya hanya berdampak dalam...

Catatan Tentang Hikmah

Catatan Harian: Minggu, 04 September 2016 Catatan ini dibuat dalam perjalanan ke Sukabumi. Lebih tepatnya menuju SMA N 1 Cibadak. Setelah malam sebelumnya saya dihubungi oleh Kepala Sekolah SMA Darul Quran Bandung dan ditanyakan, apakah bersedia mengajar Ekonomi untuk persiapan OSN. Dengan sedikit pertimbangan, saya pun mengiyakan. Harusnya, saya telah berangkat bersama tim dari Bandung sejak pukul 05.00 WIB tadi, karena memang telah difasilitasi antar jemput, makan diluar fee, namun karena terlambat, akhirnya saya putuskan untuk menyusul dengan angkutan umum. Keterlambatan ini bukan tanpa alasan, dikarenakan kelelahan yang amat sangat, akibat semalam pulang dari Ciwidey dalam keadaan hujan, banjir, kedinginan, tanpa jaket sama sekali. Sampai di Bandung pun sekitar hampir pukul 23.00 WIB dan rasanya ketika bangun tidur, badan remuk dan lelah sekali. Namun tentu, kewajiban sholat subuh berjamaah di masjid tetap dijalankan. Dalam perjalanan ini, disebuah bus yang saya tumpangi, ...

Langkah Mempersiapkan Diri Menuju "Mitsaqan Ghaliza"

Tiada satu manusia pun yang tak ingin bahagia. Setiap insan yang bernyawa pasti memiliki cinta. Hanya terkadang cinta itu bergelora hingga kita dikendalikan olehnya. Karena cinta bukan hanya tentang dia, namun kepada-Nya. "Mitsaqan Ghalizha" atau perjanjian yang kokoh. Adalah sebuah ikatan cinta dan kasih. Yang terbingkai dalam semangat mencari ridho Allah. Serta usaha mendapatkan nikmat dan berkah. Baligh merupakan suatu keniscayaan. Bertambahnya usia identik dengan kedewasaan. Maka yang terbaik diantara kalian. Adalah mempersiapkan sebuah pernikahan.