Mimpi Sebagai Guru
Guru adalah seseorang yang menghabiskan setiap detik hidupnya
untuk ilmu atau yang lebih familiar yaitu membagi ilmu untuk kita yang
tak pernah tahu akan luasnya dunia, dalamnya lautan dan banyaknya
pengetahuan. Guru adalah seseorang yang mulia dimata kita. Penuh kerja
keras, sabar dan selalu memberikan hal yang terbaik untuk
muridnya-muridnya. Guru merupakan figur teladan bagi setiap orang,
khususnya bagi murid-muridnya. Oleh karenanya guru selalu menjaga etika,
sikap dan perilakunya ketika berada dihadapan para muridnya. Guru
mengajari, mendidik, memberikan banyak pengetahuan, serta senantiasa
memberi contoh yang baik.
Begitu mulianya seorang
guru, hingga banyak sekali pujian, penghargaan, bahkan sebutan untuk
“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” ini. Itu dikarenakan seorang guru merupakan
orang yang pantang menyerah dan selalu ikhlas dalam memberi pengajaran
kepada anak didiknya. Seorang guru merupakan pahlawan bagi para murid,
keluarga, dan bangsa. Guru tidak pernah merasa lelah dan mengeluh dengan
keadaan dirinya, yang terpenting adalah ilmu yang beliau dimiliki bisa
ditransformasikan kepada setiap orang tanpa pandang bulu, baik dari
kalangan atas, menengah bahkan dari kalangan bawah sekalipun.
Setiap
guru di dunia ini memiliki metode atau cara yang berbeda-beda dalam
proses pembelajaran yang dilakukannya. Namun percayalah, setiap guru
pasti mempunyai tujuan akhir yang sama, yaitu untuk mencerdaskan anak
didiknya, dengan kata lain secara lebih luas, tujuan guru adalah untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa. Justru kita sebagai muridnya yang
senantiasa mengeluh bila diberikan tugas yang banyak, sedangkan beliau
sendiri tidak pernah mengeluh dalam membuat soal dan itupun hanya untuk
kita. Selain itu, guru merupakan orang tua kedua kita setelah ayah dan
ibu, maka dari itu harusnya kita menjunjung tinggi martabat beliau,
jangan pernah menyakiti dan juga membuat marah seorang guru.
Tidak ada istilah “Mantan Guru”, dikarenakan guru tetaplah guru,
selamanya ilmu yang kita peroleh dari seorang guru itu selalu abadi dan
akan terus terbawa hingga kita mati. Sebagai seorang murid, sepatutnya
kita selalu menghargai, menghormati serta patuh dan taat kepada
guru-guru kita. Karena tanpa seorang guru, musthail kiranya kita dapat
menapaki jalan kesuksesan.
Kekaguman saya terhadap
seorang guru berawal dari sebuah kejadian di masa lalu saya. Yang
kemudian sejak kejadian itu saya mulai tertarik dengan profesi sebagai
seorang guru. Saat itu saya duduk di bangku kelas 3 SD. Saya adalah
orang Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Ketika itu ibu saya ada
urusan mendadak di Kepulauan Riau, dalam jangka waktu lebih kurang satu
bulan, sehingga mengharuskan saya untuk ikut bersamanya. Kemudian ayah
saya meminta izin kepada Kepala Sekolah di SD saya untuk sementara saya
dipindahkan ke SD yang berada disana. Setelah mendapat izin dan
sebagainya, saya pun berangkat ke Kepulauan Riau bersama Ibu dan
keluarga saya yang lain.
Waktu berlalu, sehingga sudah
saatnya saya untuk kembali lagi ke sekolah asal saya. Ketika saya
kembali masuk ke sekolah, ternyata nama saya sudah dihapuskan dari
daftar sekolah saya. Artinya, mereka mengira bahwa saya memang sudah
pindah dari SD saya itu. Orang tua saya berusaha mengurusi agar saya
tetap bisa bersekolah kembali di SD tersebut. Namun Kepala Sekolah saya
saat itu tetap bersikeras untuk tidak memasukkan saya kembali ke
sekolah. Untungnya, berkat peran seorang guru, yang saat itu juga
sebagai Wali Kelas saya, bernama Ibu Yang Juwairiah, yang berusaha
meyakinkan Kepala Sekolah saya agar saya tetap dipertahankan. Dengan
alasan bahwa saya adalah salah satu murid yang berprestasi di sekolah.
Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, Kepala Sekolah saya mengizinkan
kembali untuk tetap bersekolah di SD saya. Mungkin saat itu saya pun
belum terlalu mengerti apa yang terjadi, namun orang tua saya selalu
bercerita tentang kejadian tersebut kepada saya. Sehingga selalu
terkenang dalam batin ini. Dan semenjak kejadian itu pula, semangat
belajar saya pun semakin meningkat. Terbukti dengan peringkat kelas yang
saya dapat, selalu berada pada urutan pertama dan kedua. Hingga ketika
kelulusan SD pun saya menjadi lulusan terbaik dengan nilai tertinggi di
sekolah saya. Dan beberapa kali saya mewakili SD saya untuk mengikuti
berbagai olimpiade antar sekolah.
Selain itu,
kekaguman saya pada sosok seorang guru adalah kepada ayah saya yang
berprofesi sebagai guru juga. Bagaimana beliau mendidik kami, menyayangi
kami, dan berusaha untuk terus mencari nafkah demi kebaikan kami hingga
kini. Ayah selalu mengajarkan untuk taat terhadap setiap aturan dan
disiplin, serta untuk mendapatkan sesuatu tidak secara instan, melainkan
kami harus terlebih dahulu berusaha. Sesungguhnya sosok seorang ayah
dan ibu merupakan sosok guru sejati yang harus kita jadikan teladan
utama dalam kehidupan ini.
Dan hingga kini, ketika
saya kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia, yang tujuan utamanya
adalah mencetak pendidik-pendidik profesional dalam bidangnya. Semoga
suatu saat saya dapat menjadi sosok pendidik yang senantiasa mengabdikan
diri sepenuhnya untuk masyarakat, bangsa dan negara. Dan saya cukup
bangga, karena bisa tersesat ke jalan yang benar.
Salam persahabatan ^_^
@alholid
Komentar
Posting Komentar