Sambutan Ketua BEM HIMAPENA 2014 (Pelantikan)

Bismillah,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Innal hamdalillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastagfiruh
Wa na’udzubillahi min syuri li anfusina. Wa min sayiati a’malina
Man yahdillahu fala mudhillalah, waman yudhlil hu fala hadiyalah
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala alihi washahbihi ajma’in

Yth. Kepada Bapak Dr. Rasto, M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran UPI.
Yth. Kepada Bapak Adman, M.Pd. selaku Pembina Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Manajemen Perkantoran UPI.
Yth. Kepada Kang Asep Zakaria selaku Wakil Ketua BEM REMA UPI.
Terimakasih kepada kawan-kawan ketua himpunan se-FPEB.
Terimakasih kepada ketua seluruh undangan yang telah hadir.
Dan Terimakasih kepada seluruh pengurus HIMAPENA 2014.
             
        Soekarno pernah berkata “Berikan aku seribu orang tua, maka akan aku cabut Mahameru dari akarnya, dan berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah dunia”. Perkataan yang tidak main-main dari seorang pemimpin revolusioner. Maka sambutlah salam perjuangan dari saya, Hidup Mahasiswa!

Senin, 17 Februari 2014, saya diamanahkan untuk menjadi Ketua BEM HIMAPENA periode 2014. Saya berharap dapat menjadi pemimpin yang bisa melakukan yang terbaik untuk organisasi ini. Pada kesempatan hari ini, izinkan saya menyampaikan harapan dan tujuan saya untuk organisasi ini.

Hal penting yang menjadi penentu kemajuan organisasi, kerja keras, kerja ikhlas,  dan yakin usaha sampai pada tujuan yang telah kita tetapkan. Karena jika hanya diam atau hanya berbicara tidak akan mengubah apa-apa, yang di butuhkan adalah pergerakan untuk menciptakan perubahan. 

Mari kedepan kita bangun kembali kepercayaan mahasiswa kepada organisasi ini yang beberapa periode ini sudah memudar dengan karya-karya nyata. Marilah kedepan bersama-sama berkarya yang lebih baik untuk HIMAPENA dan untuk kampus kita tercinta. Dan janganlah kita beranggapan betapa pentingnya menjadi orang hebat, dan betapa hebatnya menjadi orang penting. 

Jadilah pahlawan tanpa tanda jasa.
Pilihan kita hanya ada dua kawan-kawan
Bertindak untuk menjadi sejarah, atau hanya diam untuk menjadi sampah!

Izinkan di akhir pembicaraan saya ini untuk meneriakkan sebuah kata yang apabila kata tersebut diucapkan niscaya akan bergetar langit dan bumi.

Allahuakbar!

Terimakasih
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan Organisasiku

Jati Diri Mahasiswa

Tidak Ada Parsialisasi dalam Hukum Islam