Sebenarnya Cinta



Saya begitu menyukai buku-buku tentang cinta dan motivasi. Hingga saat ini saya telah membaca beberapa buku tentang cinta. Yah mungkin ini salah satu bentuk pelampiasan saya terhadap keingintahuan akan makna cinta yang sesungguhnya. Karena sebelum ini, yang saya pahami tentang cinta hanya sebatas hubungan antar laki-laki dan perempuan yang biasa dikenal dengan istilah “pacaran”. Sebuah hubungan yang belakangan ini saya ketahui bahwa itu merupakan hal yang diharamkan dalam agama. Seiring berjalannya waktu, bertambahnya pengetahuan dan pengalaman mengajarkan saya tentang banyak hal, terutama dalam masalah cinta ini.
Tak banyak yang mengetahui tentang hal ini. Dan kalaupun mereka mengetahuinya, mungkin hanya dianggap sebagai angin lalu. Namun ini bukanlah akibat dari sikap bebal mereka, saya menganggapnya sebagai bentuk ketidakpahaman akan masalah cinta. Karena banyak manusia di dunia ini yang mengetahui sesuatu hal, namun tidak memahami hakikat dari sesuatu itu. Oleh karenanya ketika kita berbicara suatu hal, maka tidak hanya sebatas kita mengetahui saja, namun harus pula memahami. Dan tidak cukup pula hanya dengan memahami, kita harus mengimplementasikan pengetahuan dan pemahaman kita dalam bentuk tindakan.
Intinya adalah seseorang akan bertindak dan berkata sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Bukannya mereka tidak mau mengerti, namun hanya sebatas itulah pengertian mereka. Justru kita sebagai orang yang telah mengerti yang harus mengerti dan memberi pengertian kepada mereka. Maka dari itu, jangan pernah kita membenci seseorang karena perkataan atau perbuatan yang ia lakukan itu salah. Jika pun harus membenci, bencilah kepada perkataan dan perbuatannya, bukan pada orang yang melakukan itu.
Back about love again. Cinta sesuatu yang Allah ciptakan bagi manusia untuk mengangkat derajat seorang manusia, bahkan justru dapat menghinakan manusia apabila salah dalam mengerti akan cinta ini. Cinta adalah fitrah, atau sesuatu yang mutlak dimiliki manusia. Apabila kita spesifikan, bahwa ada tiga energi cinta luarbiasa, yang harus selalu ada dalam hati kita, pertama adalah kecintaan kita kepada Allah. Allah adalah penggenggam jiwa kita, yang mengatur segala sesuatu dalam hidup kita, dan tidak ada satu kejadian pun yang lepas dari pantauan Allah, bahkan satu daun yang gugur sekalipun.
Kedua, kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Karena tidaklah sampai nikmat iman dan Islam kepada kita hari ini tanpa perantara manusia mulia ini. Satu-satunya manusia yang mencintai kita bahkan melebihi kecintaan orang tua kepada anaknya. Manusia yang amat peduli dan senantiasa mendoakan kita umatnya disetiap hela nafasnya. Dan ketiga, adalah kecintaan kita kepada orang tua. Karena kita tidak akan pernah bisa lahir tanpa kasih sayang dari orang tua kita. Tiada manusia yang diibaratkan sebagai malaikat tak bersayap untuk kita selain mereka.
Namun tiada cinta sejati di dunia ini selain kecintaan kita kepada segala sesuatu yang dengan kecintaan padanya membuat bertambahnya kecintaan kita kepada Allah. Cinta hakiki adalah cinta kepada Allah dan cinta kepada sesuatu hanya karena Allah. Sungguh indahnya bila objek yang kita cintai senantiasa menghantarkan kita kepada kedekatan kita dengan sang pencipta. Inilah karunia Allah yang benar-benar patut kita syukuri.
Namun saat ini yang menjadi petaka umat ini adalah mereka mencintai sesuatu bukanlah karena Allah. Cintanya hanya berlandaskan nafsu belaka. Dan hawa nafsu adalah mutlak sesuatu yang menghantarkan kita kepada keburukan yang akan menimpa diri sendiri. Umat ini tengah dirundung duka akibat masalah yang satu ini. Dan salah satu solusinya adalah Allah telah menghadirkan kita, orang-orang yang setidaknya memahami tentang masalah ini. Kitalah yang bertanggungjawab atas permasalahan ini. Mari bangkit para pemuda, kokohkan dirimu berada dibarisan dakwah. Sebuah barisan yang Allah cintai dan akan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat. Insya Allah.
Berikan pemahaman dan arahkan mereka. Ciptakan generasi Islam. Generasi yang mencintai Allah. 

Salam persahabatan
@alholid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jati Diri Mahasiswa

Aku dan Organisasiku

Tidak Ada Parsialisasi dalam Hukum Islam